Jaipong, Kesenian Asli Jawa Barat Yang Menyimpan Daya Tarik

posted in: Budaya, Jawa Barat | 0

Advertisement

Jaipong, sebuah nama tari yang dari namanya menggambarkan tentang ketukan alat musik yang mengiringi setiap gerakan penarinya yaitu kendang. Sudah banyak yang tahu bahkan tercantum di banyak buku pelajaran sekolah bahwa Jaipong adalah kesenian khas Jawa Barat. Arti kata Jaipong memang tidak memiliki makna khusus, tetapi sebaliknya setiap gerakan yang dituangkan memiliki makna-makna tersirat. Tarian yang diperkenalkan oleh Gugum Gumbira sejak tahun 1980-an ini memang jenis tarian merakyat yang dapat dipertunjukan dalam acara apapun.

Jaipong Gugum GumbiraRakyat-rakyat kecil di kampung banyak memanfaatkan tarian ini sebagai saranan hiburan dan pergaulan. Sementara tarian ini juga dipertontonkan di hotel berbintang guna menyambut tamu-tamu kehormatan Indonesia. Memang menjadi suatu kebanggaan tersendiri dimana karya lama ini sampai sekarang masih banyak yang menjaga bahkan mengembangkan menjadi tarian yang sudah berkeliling dunia. Berkat tarian ini lahir pula orang-orang yang memiliki bakat menari Jaipong dengan sangat apik seperti Tati Shaleh dan masih banyak lagi yang lainnya.

Karya Jaipong Pertama

Tari Raden Bojong dan Daun Pulus Keser Bojong adalah tari Jaipong yang pertama kali diperkenalkan pada masyarakat. Tarian ini sangat terkenal diseluruh sudut Jawa Barat. Karena antusiasme masyarakat yang tinggi, seniman Jaipong banyak menciptakan tari-tari Jaipong lainnya. Hal yang membuat mereka berdecak kagum adalah gerakan tarian ini yang penuh semangat dan iringan musiknya yang membuat mereka turut bergoyang. Dengan semakin banyaknya bermunculan kesenian lain diharapkan tarian ini tetap terjaga dan dikenal oleh generasi bangsa.

Perkembangan Tari Jaipong

Jaipong TariPerkembangan tari Jaipong di era modern memang berkat seniman Gugum Gumbira. Beliau lah yang membawa tarian Karawang ini menuju Bandung dan melakukan aransemen ulang terhadap musik pengiringnya, pola gerakan sehingga tampak lebih modern. Tetapi perkembangan tarian ini tak selamanya memuncak. Melihat perkembangan zaman dan teknologi yang seperti saat ini, ditambah lagi era globalisasi yang menguasai dunia membuat tarian ini hampir dilupakan. Memang masih ada beberapa seniman yang peduli dan terus memelihara kelangsungan tarian ini tetapi itu tidak menjanjikan pertahanan tari Jaipong.

Meskipun begitu, kita harus tetap berterimakasih akan kepedulian seniman yang masih terus mempertahankan keberadaan tarian ini bahkan mengajarkannya pada generasi muda. Apa lagi diperkembangan teknologi yang sepesat sekarang, harusnya mudah bagi kita untuk menunjukan atau mempromosikan pada dunia kekayaan kesenian Indonesia. Dengan begitu diharapkan takkan ada kesenian kita yang hilang di negeri sendiri.

Dari sekilas bahasan di atas harusnya menjadi ketukan tersendiri bagi kita generasi muda yang masih punya banyak waktu untuk berkarya. Akan menjadi kebanggan tersendiri jika kita sebagai penerus bangsa mampu menjaga eksistensi kesenian daerah tercinta. Maka dari itu mari kita bersama-sama berperan dalam menjaga kesenian daerah. Setidaknya dengan menyebarkan pada lingkungan sekitar kita sudah mampu membuat kesenian daerah tetap dikenal dan bisa jadi dikembangkan.

Advertisement

Leave a Reply